Kamis, 23 Mei 2019

Mungkinkah ini satu kegagalan terbesar dalam hidup ku???

Tak pernah aku merasa sejatuh ini selama masa pengabdianku pada anak - anak generasi bangsa masa depan. aku merasa tak berhasil membuat mereka seperti apa yang sudah ku rancang selama ini dalam target - targetku. entah apa? entah mengapa? begitu berat rasanya beban itu saat ini menumpuk dalam pikiranku. aku merasa ini seperti kegagalan yang seharusnya takkan pernah terjadi. mungkinkah aku yang salah dalam setiap masalah ini? mungkinkah aku yang sudah tak maksimal dalam menyampaikan setiap ilmu yang ku miliki untuk mereka? mungkinkah bla bla bla, sudah terlalu banyak kemungkinan yang sedang ku pikirkan saat ini. intinya aku merasa bahwa aku sudah menjadi pendidik yang gagal untuk mereka. semua usaha, tenaga dan pikiran sudah ku kerahkan untuk mereka, tapi apa yang ku dapat. tak satupun dari targetku tercapai sempurna. rasa tak ada yang memberiku dukungan dan motivasi di saat ingin mencapai target target ku selama ini. satu diantara sepuluh orang tua murid yang selalu hadir dan bisa memahami apa yang ku mau untuk anaknya. selebihnya mereka hanya bisa menuntut bahkan tak mengusahakan apapun untuk mewujudkan semua tuntutan mereka selama ini terhadap ku untuk anak - anak mereka.

Tak ada yang ingin ku salahkan memang, karena memang pasti semua berpikir itu adalah bagian dari konsekuensi kerja dalam dunia pendidikan, guru itu dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas segala pengetahuan, moral dan semua yang terbaik untuk anaknya. sementara saat putra - putri mereka berprestasi tak ada yang menomorsatukan usaha sang guru. mereka pasti mengklaim bahwa semua itu adalah usaha dari mereka sendiri atau bahkan si anak memang adalah anak yang terlahir cerdas. Aku harus apa? aku juga manusia biasa yang tak luput dari amarah yang terkadang bisa meledak seperti bom waktu yang sudah lama terpendam.

Pernahkah kalian bertanya mengapa aku atau para guru marah terhadap muridnya? mengapa tak pernah ada yang bertanya mengapa kami lakukan ini dan itu terhadap anak didik kami putra putri kalian? mengapa semua tuduhan begitu mudah di lampiaskan terhadap ku dan para guru? Aku bukan orang yang tega memarahi anak - anak kalian, jika saja kalian tahu jika hati ku juga ikut begitu terluka saat aku harus marah terhadap mereka anak didikku, masih sanggupkah kalian untuk menuduhkan berbagai tudingan keji itu? jujur hatiku juga begitu sakit, terluka saat aku harus marah terhadap mereka, aku juga tidak senang saat aku kau buat bak monster menakutkan yang bisa menakut nakuti anak - anakmu. karena aku juga tak ingin mereka jauh, hanya saja kembali lagi kepada kodrat ku sebagai manusia biasa yang jauh dari kata sempurna aku terkadang tak bisa mengontrol amarah ku. Tapi percaya lah aku merasa sakit jika mereka sakit dan aku juga begitu terluka saat mereka terluka, akan lebih bahagia saat mereka berbahagia. 

Hanya karena amarah laporan sudah kemana - mana, status merajalela, bagaimana jika ada yang lainnya diluar bicara dengan nada yang tinggi. bisa saja hukuman mati sudah menanti. Sebagian diantara mereka sudah memberiku ijin untuk memukul atau mencubit anak mereka dikala salah, tapi aku tak pernah melakukannya karena aku tahu aku juga punya hati yang begitu perasa. Setelah marah dengan intonasi yang berbeda saja aku begitu merasa bersalah, konon lagi jika sampai demikian. aku tak melakukan saja sudah dituduh yang bukan - bukan, bagaimana jika benar???

Ntahlah semua begitu berat untuk ku ya Rabb, bantu aku untuk melewati ini semua...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar