Kamis, 27 September 2018

ASAS MANFAAT

Asas Manfaat


kita sesama manusia memang saling membutuhkan, tapi tahukah kamu jika tak sedikit orang juga sedang memanfaatkan mu karena butuh. ya, mungkin ini yang disebut asas manfaat. apapun akan dilakukan dengan jaminan kalau tak akan ada yang dirugikan. kalau diperusahaan kita sebut win win solution.

saya hanya kesal jika semua manusia sudah memegang prinsip asas manfaat ini. kenapa? ya jelas saja saya kesal. saya jadi mempertanyakan tak adakah ketulusan untuk membantu sesama? tak adakah keikhlasan untuk menolong sesama? haruskah ada pamrih saat kamu harus melakukan sesuatu untuk orang lain. haruskah orang lain membalas setiap kebaikan yang dia dapat, tak cukupkah hanya Allah yang membalas setiap kebaikan itu?

semoga kita bukan termasuk orang yang demikian.
saat ada perlu bermanis muka dan menjadi tak peduli saat tak ada keperluan.




Pandan, Thursday/27 September 2018

Rabu, 23 Mei 2018

Dear Ramadhan

Rabu/23 May 2018...

sudah beberapa hari ini aku tak datang dan menuliskan apa-apa mu denganmu. terasa berat rasanya bebanku akhir-akhir ini. mulai dari kecamana kanan kiri dari orang-orang disekitar ku. hingga masalah yang datang dari diriku sendiri. masalah hati yang sulit terobati.

rasanya benang kusut ini sudah terlalu bersalut hingga susah ku temui ujung pangkalnya. aku tak tau harus dari mana ku urai setiap sudut permasalahan yang sedang ku hadapi dan menjadi beban pikiranku saat ini.

terkadang kekhawatiranku terlalu berlebihan.
aku terlalu cemas saat semua belum tentu akan terjadi seperti yang ada dalam bayangan benak ku saat ini. tapi begitulah aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku. 

Allah yang sebenar-benarnya paling tahu akan apa yang sedang ku alami saat ini. DIA lah yang maha membolak-balikkan hati manusia. DIA yang tahu alur kehidupan ku akan seperti apa jadinya di hari kemudian. aku akan menjadi begini atau begitu. semua hanya DIA yang tahu dan berhak atas hidupku.

aku terlalu lalai dengan kehidupan dunia. hingga terkadang aku lupa urusanku dengan DIA. selama ini aku berkali kali kecewa ketika aku mulai percaya pada sesama manusia ciptaan-Nya. aku sering kali merasa terluka dihati ini walau tak ada darah yang keluar tapi rasanya seperti tersayat sayat saat aku tahu aku sudah dikecewakan. apa yang ku cita-citakan tak pernah kesampaian. 

disaat harapan itu ku gantung kan begitu tinggi pada seseorang, maka sudah pasti aku yang akan menerima kekecewaan dari harapan yang pergi berlalu bersama setiap kebohongan atau penghianatan yang datang bertubi-tubi.

sakit teramat sangat sakit memang, tapi aku tetap berharap pada Allah, kelak akan mengabulkan permintaan hamba-Nya yang selalu dikecewakan ini. sebab DIA lah yang maha membolak-balikkan hati manusia... :) 




Senin, 21 Mei 2018

Dear Ramadhan

Minggu, 20 Mei 2018
Hari ini aku hampir kesiangan bangunnya untuk sahur, untuk dibangunin umak. Pagi ini aku harus makanan untuk sahur, yaitu cumi goreng tepung. Harus nya sih aku paling semangat kalau urusan seafood, tapi beda dengan kali ini. aku tak begitu antusias karena gigiku sakit. Sejak sebelum ramadhan gigiku sudah sakit dan sampai hari ini belum pulih total. Semua obat sudah ku minum. Mulai dari yang diresep sama tablet  biasa tapi sepertinya hasilnya belum maksimal. Tapi aku masih selalu menaruh harapan ku jika sakit gigi ini akan berakhir dan tak akan pernah kembali lagi sampai kapanpun. Bulan ramadhan ini mengajarkan ku hidup bersih dan sehat yang lebih baik. Jika awalnya aku jarang bahkan terbilang tidak pernah membersihkan gigi sebelum tidur kali ini aku selalu melakukannya dengan harapan aku tidak akan pernah merasakan sakit gigi lagi selama-lamanya.

Aku juga berharap agar ibadah ku di ramadhan tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Walau penuh dengan penatnya aktifitas dirumah dan diluar rumah aku harus tetap semangat, itu saja. Minggu ini aku akan melakukan kegiatan rutin rumah menyetrika pakaian dan tugas ku juga memasak untuk dimakan saat berbuka puasa nanti.

see you... :)  

Dear Ramadhan

Dear Ramadhan…
Sabtu. 19 mei 2018
Hm… hari ini mau cerita apalagi ya?
O I know, hari ini bakal ada rapat antara sekolah tempat aku ngajar di pandan sama sekolah ynag dulu tempat aku ngajar. Masih satu kepala sekolah sih, Cuma bedanya yang sibolga dekat dengan rumah yang pandan butuh dua kali naik turun angkot baru sampai. Kali ini bakal rapat tentang kegiatan graduation siswa-siswi kiddy-b di dua sekolah tersebut. Awalnya sempat terbersit dipikiran ku pasti suasananya bakal tegang lagi menegangkan karena konflik panas yang ada di dalamnya. Tapi ku tepis semua pikiran itu, karena aku takut jatuhnya jadi suudzon karena berpikir tentang sesuatu yang belum kejadian. Astagfirullahaladzim… amit amit dah… J
Ok ku langkahkan kaki menuju tempat kerja ku dulu disekolah sibolga, berharap semua bakal dapat solusi terbaik untuk hari ini. Tak ada yang dirugikan dan tersakiti untuk keputusan yang akan diambil, itu saja. Harapan sederhana dari seorang yang berharap kepastian. Setibanya pukul Sembilan tepat disekolah apa yang ku dapat? Rapat belum dimulai dan para staff juga masih tiga orang yang menghuni sekolah. Astaga, gumam ku dalam hati. Inikah jam Indonesia wib (waktu Indonesia bergeser)? Tapi ya sudahlah, yang penting kitanya sendiri sudah ready.
Setelah penantian yang hampir saja membuat ku bosan rapat pun dimulai walau tanpa kepala sekolah dengan alasan dia akan datang terlambat. Rapat hari ini kami mulai dengan membahas soal ujian dan rapor, semua berjalan lancar tak ada hambatan. Mulus seperti jalan tol kalau lagi dijalan. Setelah itu selesai tibalah sang kepala sekolah dengan printilannya. Kali ini akan membahas masalah waktu dan tempat graduation. Masalah satu murid versus lebih dari satu murid. Yang satu minta di hari jum’at dan yang lain jangan di hari jum’at, tapi sabtu. Secara logika yang banyak pasti menang tapi pada akhirnya dia yang menang walau dia satu. Awalnya tempat pilihan sibolga tapi pada akhirnya kami lebih pilih pandan. Ntahlah sengitnya perdebatan saat ini membuatku muak sebenarnya, tapi aku harus ingat aku sedang berpuasa. Komentar yang masuk akal sampai diluar nalar pun ikut nimbrung dalam diskusi tersebut. Tapi ya sudahlah tugas kami untuk hari senin adalah mengumumkan kepada orang tua hasil rapat. Apapun komentar mereka terutama yang tidak setuju dengan hari jum’at harus kami terima. L
Satu hal yang membuat ku happy hari ini walaupun tidak terlalu puas adalah ketika bisa hunting beberapa poto di beberapa spot pantai. Aku paling suka lihat tempat tempat bagus untuk hunting poto. Maklumlah persediaan untuk instagram, jangan lupa follow ya @ca_1303 (sekalian promosi J). Sebenarnya ini kali kedua aku ketempat itu, tapi baru kali ini aku bisa berpoto. Karena selama ini selalu penuh sesak dengan pengunjung disetiap sudut spot poto yang disediakan pihak pengelolah.
Alhamdulillah, rezeki anak soleh, mungkin karena ini bulan ramadhan kali ya jadi kalau pagi gak ada yang main kesana beda kalau sore ya mungkin mau ngabuburit atau bukber. Bersyukur itu sangat penting, karena pasti ada bahagia disetiap kesedihan yang diberikan Allah, akan ada kemudahan disetiap kesulitan, akan ada tawa dibalik tangisan, akan ada sehat dibalik sakit. Percaya saja pada janji-Nya Allah yang tak akan pernah ingkar.




#Iniceritaku #manaceritamu #latepost #bloggers #bloggersindonesia #ramadhan





Jumat, 18 Mei 2018

Dear Ramadhan

Dear Ramadhan…
Hari ini Jum'at, 18 Mei 2018 adalah hari kedua dibulan suci ramadhan, dimana jatah liburku juga sudah habis dan aku harus menjalankan rutinitas ku berpuasa disekolah. Awalnya semua berjalan normal mulai dari sahur hingga aku berangkat kesekolah, tapi kondisinya kini aku harus memilih untuk mengorbankan salah satu kebiasaan ku yaitu waktu tidur. Aku paham dan sangat sadar jika waktu tidur manusia juga harus delapan jam. Tapi kali ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Aku harus bangun sahur dan melakukan kegiatan subuh, setelah itu melakukan kegiatan rumah seperti bersih-bersih dan yang lainnya. Jika setelah itu aku memilih tidur maka aku akan terlambat kesekolah. Well, ya sudahlah, semua itu pasti aka nada hikmahnya. Allah tidak akan menguji hamba-hamba-Nya diluar batas kemampuannya.
Setiba disekolah aku melakukan kegiatan mengajar seperti biasa. Semua berjalan lancer dan sebisa mungkin memang aku menahan amarahku. Aku tahu aku sedang berpuasa, ya puasa… aku harus bisa menahan segala sesuatu hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghabiskan nilai ibadah puasaku. Lumayan berhasil, walau sempat beberapa kali aku mengeluarkan suara dengan tekanan nada agak sedikit tinggi, tapi ku harap itu tidak akan menjadi hal yang bisa mengurangi atau membatalkan ibadah puasaku. Amiiinnn…
Ku coba untuk menghubungi seseorang yang ku rasa sedang jauh denganku. Aku hanya tak ingin sikap dingin ini berkelanjutan, tapi apa yang ku dapat? Ya begitulah manusia rambut boleh sama hitam tapi shampoo nya beda-beda, eh maksudnya rambut yang sama hitam tapi hatinya kita tidak pernah tahu. Bisa saja didepan kita mereka seolah-olah satu pendapat, tapi kenyataannya dibelakang pilihan mereka berbeda. Didepan kita mereka berbicara begitu manis tetapi dibelakang kita mulut mereka itu lebih pahit dari empedu. Ntahlah… aku hanya selalu berusaha mencoba untuk berpikir positif dan tak mau menambah dosaku dengan bersuudzon kepada orang lain. Sekarang terserah mereka mau bilang aku apa, aku siapa, aku gimana dan yang lainnya. Yang terpenting adalah aku tak mengganggu mereka dan aku percaya mereka juga telah membantuku menghapus sebagian dari pada dosaku. Mengapa? Karena saat mereka menceritakan apapun tentangku (gossip) Allah bantu aku dengan menghapuskan sebagian dari dosa-dosaku.
Ok lupakan saja tentang yang diatas, kali ini aku harus pulang untuk berbuka puasa. Ini pertama kalinya aku tidak memasak, karena sekolahku mulai pukul setengah delapan dan berakhir di setengah enam. Sedangkan jarak dari rumah kesekolah itu lumayan juga. Aku harus dua kali naik angkot yang berbeda untuk sampai tujuan. Tapi apapun itu bersyukurlah. Jangan sampai kita menjadi hamba Allah yang kufur nikmat. Sebab saat Allah tak lagi memberimu nikmat-Nya, maka kepedihan dan azab Allah yang sangat pedih yang akan kita terima.
Tarawih malam ini begitu cerah, aku bersemangat untuk pergi. Suasana mesjid masih seperti biasa ramai dan penuh sesak anak-anak. Tapi tetap ku nikmati hari-hariku di ramadhan ini. Aku sangat percaya pada janji-Nya Allah, setiap apapun yang ku lakukan dengan baik pasti akan mendapatkan balasan lebih yang baik pula. Sepulang tarawih berjamaah dimesjid aku harus menerjang hujan karena tiba-tiba hujan lebat datang dan petir Guntur saut menyaut membuat suasana malam menjadi tak menarik untuk dinikmati. Kepalaku mendadak pusing setelah terkena air hujan, tapi tak apalah ini saatnya kembali rehat. Mengistirahatkan tubuh dan pikiran dari penatnya rutinitas hari ini. saatnya untuk mengendorkan urat-urat ketegangan agar rileks kembali.
Cukup rasanya ceritaku hari ini…
Selamat tidur dan semoga kita semua masih terus bisa terjaga diwaktu sahur dan disepertiga malam-Nya Allah untuk selalu memohon ampunan dan pertolongan-Nya yang nyata. Semoga waktu ku dan kamu juga masih panjang bersama ramadhan…J
Amiiiiiiiiinnnnn… J

#ceritaku #ramadhan #latepost #bloggers #happywriting #writingismypassion #semogaberkah # semogamanfaat



Dear Ramadhan

Dear Ramadhan…
Kamis, 17 Mei 2018…
            Ini adalah hari pertama menjalankan puasa. Aku begitu antusias menyambut hari yang begitu di damba-dambakan oleh setiap muslim dibelahan Negara manapun mereka berada. Ku set alarmku agar tak terlambat bangun untuk sahur. Ku rebahkan badan ku yang sudah lelah ini untuk beristirahat dengan tenang. Dengan harapan jika esok hari aku masih terjaga dan bertemu dengan mu ramadhan.
            Sekitar jam tiga pagi saat itu aku terjaga, ku raih telepon genggam ku untuk melihat waktu dan aku bergumam,
            “Hm… syukurlah aku belum terlambat dan masih bisa terjaga untuk bertemu dengan mu ramadhan”.
Tak berlama-lama, ku bantu tubuhku untuk bangun dari tempat tidur sebab aku teringat ini masih seperti malam dan waktu ini sangat baik untuk beribadah tahajud kepada Allah. Karena Dia akan mengabulkan dan mengijabah setiap do’a-do’a hamba-Nya. Segera aku meluncur menuju kamar mandi untuk berwudhu mensucikan najis, lalu kemudian shalat.
            Selesai shalat aku teringat jika hari ini aku harus memasak makanan untuk sahur. Walaupun sebenarnya lauk sudah ada, tapi aku meminta ibuku untuk membeli mie instan agar makan jadi berkuah gak kering cuma pakai lauk sambal tok. Ibuku setuju dengan usulan itu. Ku persiapkan segala bumbu untuk memasak mie instan yang bisa membuat makan jadi lebih berselera. Tapi pasti ada yang komen bilang kalau mie instan itu tak baik jika harus dikonsumsi saat sahur dan bla bla bla… ya aku tahu tapi kali ini kami hanya memasak untuk pengganti kuah sayur yang saat ini tidak ada. Ku mulai dari menumis bawang goreng, menambahkan cabai halus dan air lalu memasukkan mie instan kedalam rebusan kaldu sederhana itu, setelah itu diakhir ku tambahkan bumbu dan juga telur saat air sudah mendidih. Setelah selesai ku coba membangunkan ibuku yang masih tertidur pulas. Ketika ibu bangun kami segera makan sahur, karena ku rasa sudah cukup mengukur waktu sdeari aku memasak tadi untuk memperlambat makan sahur.
            Ketika kami berdua sedang makan sahur, lalu adik ku dan suaminya juga ikut nimbrung dan bilang mereka berdua juga mau berpuasa. Alhamdulillah, jawabku dalam hati. Akhirnya tak hanya kami berdua yang sangat berpuasa tapi mereka juga. Ramadhan kali ini aku juga merasa sedih karena ayah tidak berpuasa. Apa mungkin dia terlalu lelah melaut sehingga tak kuat untuk menahan haus dan dahaga? Apa mungkin, apa mungkin? Banyak kemungkinan yang terbersit diotak ku hanya saja aku tak ingin suudzon sama ayah ku sendiri. Aku selalu berdo’a Allah akan menyentuh relung hati ayah dan mau berpuasa seperti dulu lagi. Aku tahu dia itu laki-laki yang kuat dan hebat. Dia  tidak mungkin akan selemah itu.
            Dirumah juga sepi karena adikku yang paling bontot belum bisa pulang kerumah. Dia masih harus berkutat dengan urusan kampusnya demi menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa teknik elektro di Politeknik Negeri Medan (POLMED). Aku membayangkan akan bagaimana sahurnya, berbukanya dan yang lainnya. Aku tak pernah cemas dia tidak bisa makan dan yang lainnya, hanya saja dia itu memang lebih terbiasa makanan rumahan dengan porsi yang cukup lumayan. Sedangkan disana tak mungkin dia harus seroyal dirumah ini, sebab dia yang harus pikirkan dan bagi uangnya sendiri. Aku hanya berharap dia akan segera menyelesaikan tanggung jawabnya dan pulang kerumahh kami. Biar rumah jadi ramai lagi.
            Kini yang membuat rumah ramai ya Fatih, itupun kalau dia sedang tidak tidur. Kalau dia mau tidur maka amukan dan teriakan yang akan kita dengar. Jika waktu nya bermain ya sudah pasti semua pasti akan ikut tertawa bersama nya. Dia akan bangun waktu sahur untuk bersahur juga (ASI). Lalu kemudian diapun akan tetidur lagi. Sementara kami harus melanjutkan makan sahur dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Bedanya hari aku dapat libur sehari dari sekolah, Alhamdulillah disyukuri saja walaupun sebenarnya sekolah lain sudah libur hari ke empat, seperti sekolah tempat adikku mengajar. Tak sekolah berarti menjadikan ku sebagai seorang tukang masak dirumah, tukang cuci dan yang lainnya. Membibi kalo bahasa kerennya. Hahaha… tak apalah yang penting aku senang menjalaninya.
            Kali ini untuk menu buka puasa aku akan memasak beberapa jenis masakan untuk membuat orang rumah selera waktu buka puasa. Ada telur puyuh sambal balado, tumis sawi putih, kerupuk sambal dan adik ku juga buat minuman special, jus tiung (terong belanda). Komplit deh rasanya. Walau nanti hanya kami berempat yang bisa makan bersama, karena ayah harus melaut. Sebelum waktu berbuka tiba aku sempatkan untuk mencuci baju yang sudah cukup lumayan banyak dan jika menunggu umak (ibu) aku takut tangannya akan sakit lagi. Akhirnya waktu berbuka tiba dan kami menikmati makanan yang sudah tersedia, tapi aku lebih memilih shalat maghrib dulu dari pada makan berat. Tahu kenapa? Ya… tepat sekali, aku takut setelah kenyang aku jadi mager (malas gerak) untuk shalat maghrib. Setelah shalat maghrib ku selesai ku lanjut lagi mengisi perut yang sudah lebih kurang tiga belas jam kosong dengan makan berat. Tapi bukan berarti aku makan yang berat-berat ya, tapi maksudnya makan makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi. Selepas makan ku istirahatkan sejenak tubuhku sambil menunggu isya. Aku akan kemesjid bersama umak untuk bertawarih jamaah. Ya, seperti biasa masih padat jamahnya,J Alhamdulillah… semoga ini tetap berlanjut walaupun pada akhirnya hari ini aku harus rela dan ikhlas dapat shaf paling ujung dan sempit. Hanya saja niatkan semuanya karena Allah pastikan tempat yang sempit bukan hati kita. Jika hati kita lapang, apapun itu akan ikut menjadi lapang termasuk tempat shalat dan yang lainnya.
            Ini ceritaku di hari pertama puasa. Bagaimana dengan kamu???
Aku akan tetap berbagi cerita ramadhan ku di blog ini, semoga kamu kamu suka membacanya dan bisa share juga cerita-cerita kamu. Berbagi pengalamanlah ceritanya… J
Sekian untuk hari ini, sampai jumpa dicerita berikutnya… J
Wassalam J



#iniceritaku #manaceritamu #bloggers #ceritaramadhan #latepost #mystory

Dear Ramadhan

Dear Ramadhan…
Hari ini Rabu, 16 Mei 2018 semua umat muslim tengah bersuka cita untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan. Bulan yang penuh ampunan, pahala, berkah, keutamaan dan kemuliaan. Semua mempersiapkan diri masing – masing dengan sangat baik. Mulai dari melakukan tradisi mandi wangi-wangian (balimo-limo, mandi pangir dan yang sejenisnya). Sampai kepada hal-hal yang menunjang semangat untuk melakukan puasa dikeesokan harinya. Ya, apalagi kalau bukan masak-masakan yang paling istimewa untuk keluarga tercinta. Mulai dari rendang daging sapi atau ayam, ayam goreng dan makanan lainnya yang diyakini bisa menggugah selera makan atau membuat kita jadi lebih bersemangat untuk melakukanan puasa. Walaupun pada intinya semua itu adalah tradisi bukan sesuatu yang wajib dan sangat dianjurkan oleh agama.
Kembali lagi, tradisi hanyalah tradisi yang ditinggalkan oleh para leluhur dan tetua kita untuk membuat warna-warni hidup, bukan untuk merusak apapun yang sudah Allah tetapkan. Sebab semua yang paling berhak atas diri kita adalah Allah. Jadi kita harus mematuhi segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ok kembali lagi tentang hari ini, tentang bagaimana dan dimana orang-orang yang sangat bersamangat dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan, termasuk aku. Walau hari ini aku masih harus masuk kerja, tak menjadi soal bagi ku untuk tetap bahagia dan begitu antusias menyambut datangnya bulan yang paling sempurna itu.
Di pagi hari aku melakukan rutinitas seperti biasa sebelum berangkat ke sekolah. Sebenarnya di kalender pendidikan semua sekolah sudah dinyatakan libur guna penyambutan bulan suci ini, tapi jangan heran kenapa aku masih tetap berangkat. Karena memang belum ada pernyataan libur dari kepala sekolah. Setengah hari untuk hari ini, dan kamis satu hari begitu keputusannya untuk libur. Terima saja. Apapun itu aku yakin semua sudah Allah atur untuk ku dengan baik. Sepanjang rumah yang ku lewati sudah tercium bau-bau wangi dari tumbuhan yang digunakan untuk mandi. Hm… aroma ramadhan semakin terasa begitu dekat. Rutinitas disekolah berjalan sebagaimana mestinya. Tepat 12.30 aku kembali pulang. Aku sudah ditunggu untuk memasak. Haduh… ku kira aku akan segera merebahkan badan, tapi nyatanya ti dak…!!! Baik lah apapun itu aku harus lakukan dengan hati yang bahagia demi ramadhan.
Malam ini akan dimulai shalat taraweh dan witir pertama. Aku begitu bersemangat untuk mengikutinya. Selepas maghrib aku dan ibu ku melangkahkan kaki menuju mesjid yang lokasinya tak begitu jauh dari rumah. Setiba disana aku sungguh terkejut melihat banyaknya umat islam yang juga bersemangat seperti aku. Semoga semua niat kami lillahi ta’ala bukan karena yang lainnya. Mataku menerawang jauh mencari dishaf mana aku akan shalat. Diantara kawanan orang-orang yang sudah duduk dan tiba sedari tadi dimesjid itu aku dan ibu akhirnya menemukan tempat yang bisa untuk ku jadikan tempatku untuk shalat. Satu persatu ku tatap dan aku tersenyum simpul saat ku lihat kawanan anak remaja yang usianya mungkin kisaran SD kelas 6 atau SMP sedang mengecek sebuah buku. Awalnya kau biasa saja, toh tidak ada yang aneh jika mereka membuka buku. Tapi, tampak jelas dan bisa ku baca sampul buku itu bertuliskan “Buku Kegiatan Ramadhan”. Dalam hatiku sontak berkata “o… aku mengerti” Awalnya ku kira hanya satu orang saja, tapi akhirnya aku temukan mereka yang lain yang juga membawa buku yang sama.
Aku teringat saat masih sekolah dulu, aku juga selalu membawa buku itu dari tahun ketahun. Buku ini diberikan pihak sekolah untuk mengetahui kebenaran kita beribadah saat bulan suci ramadhan atau tidak. Disana tertera shalat lima waktu dan keterangan yang diminta dimana kamu melakukan shalat. Kemudian ada shalat taraweh dan witir, yang ini keterangan dan buktinya bisa lebih mainstream. Kenapa? Ya, jelas saja karena kamu harus meminta tanda tangan imam sebagai bukti untuk guru disekolah. Iya kalau kamu kenal imamnya, nah kalau pas yang jadi imam tim syafari ramadhan dari luar daerah, gimana??? Pikirkan sendiri jalan keluarnya… J

Apapun itu yang bisa membuat mu untuk beribadah kepada Allah, selagi itu baik maka lakukanlah. Mungkin harus dengan cara itu kamu bisa ikhlas mencintai dan mendekatkan diri kepada Allah. Awalnya mungkin karena takut Allah marah, tapi pada akhirnya kita bisa sadar kalau semua itu adalah penting untuk hidup kita. Allah tak pernah memaksa hamba-hamba-Nya, tapi kita yang seharusnya sadar diri dan datang pada-Nya tanpa paksaan. Mengingat kita sudah tak bisa mengingkari segala nikmat yang telah diberikan kepada kita hamba-Nya. Kita bukan apa-apa. Kita bukan siapa-siapa. Kita tak akan ada artinya. Kita tak aka nada gunanya tanpa bantuan dari-Nya. Semua akan menjadi apa-apa. Semua akan menjadi siapa-siapa. Semua aka nada artinya. Semua aka nada gunanya. Kamu tahu kenapa? Ya… benar sekali. Semua karena kuasa dan pertolongan Allah di dalam setiap kehidupan kita. Lalu nikmat Allah mana lagi yang ingin kita bantah dan kita ingkari. Seharusnya kita malu dan lebih tahu diri… J



Kamis, 17 Mei 2018

Teman oh Teman

Mencari teman memang mudah‘Pabila untuk teman sukaMencari teman tidak mudah‘Pabila untuk teman duka
Banyak teman di meja makanTeman waktu kita jayaTetapi di pintu penjaraDi sana teman tiada
Mencari teman memang mudah‘Pabila untuk teman sukaMencari teman tidak mudah‘Pabila untuk teman duka
Sesungguhnya nilai teman yang saling setia lebih dari saudaraItu hanya mungkin bila di antara kita seiman seagamaSeumpama tubuh ada yang terlukaSakitlah semuanya
Itulah teman dalam taqwaSatu irama selamanyaItulah teman yang setiaDari dunia sampai surga
Bila teman untuk duniaItu hanya sementaraTapi teman dunia-akhiratItu barulah sahabat
Itulah teman dalam taqwaSatu irama selamanyaItulah teman yang setiaDari dunia sampai surga

saya tiba-tiba ingat sama syair lagunya pak haji Roma itu, semua yang tertuang dalam lirik itu memang benar-benar nyata. 
Tak mudah mencari teman yang memang benar-benar paham akan kondisi kita. kebanyakan dari mereka datang hanya saat ada perlu nya saja. Jika tak ada perlu just say Good Bye...
Hidup memang harus saling menguntungkan simbiosis mutualisme kalo mereka bilang, tapi apa iya dalam setiap kesempatan dan kondisi kamu gunakan asas itu. lebih tepatnya asas pemanfaatan...
pikirkan sebelum bertindak dan rasakan jika kamu yang sedang berada pada posisi temanmu yang kamu manfaatkan itu. betapa sakit dan hancurnya perasaan jika dia tahu kamu hanya menjadikan dia sebagai alat yang bisa menguntungkan dirimu...




Jumat, 23 Maret 2018

Ego

akhir-akhir ini saya heran lihat manusia-manusia disekitar saya, terutama di kawasan rekan kerja

ok lets start the problem

ntah angin apa sejak kepulangan dari Medan kala itu semua berubah drastis

drastis dan sangat drastis

ok, ntah dari mana ujung pangkalnya

tapi semua terasa dingin

saya bukan mau menggalau ria atau merasa sepi dan sendiri
hellooo...

BUKAN

dan TIDAK SAMA SEKALI !!!



ok yang saya rasakan adalah MUAK dan TIDAK NYAMAN dengan semua tingkah CHILDISH anda, anda dan anda semuanya


jika dalam dunia kerja harap utamakan PROFESIONALISME bukan EGOISME. saya tahu dan paham bahkan teramat sangat paham tipe manusia seperti apa anda itu. seribu satu wajah, ya mungkin itu sebutan yang pas atau manusia bunglon. anda bisa memasang wajah manis seolah tak punya konflik dengan siapapun di depan atasan anda.

sekali lagi ini bukan curhat hanya saja ingin menuangkan perasaan yang semakin TIDAK NYAMAN dengan semua tingkah anda, anda dan anda yang tak karuan.

saya mencoba bertahan mengikuti permainan gila anda. walaupun pada akhirnya semua BULSHIT. saya hanya mencoba mengingatkan sebagai sesama manusia, tapi bukan manusia bunglon ya, tapi manusia ciptaan Tuhan.
terkadang saya merasa kasihan sama anda, anda semua sebab anda tak mampu membedakan mana manusia yang tulus dan tidak. bukan saya bilang saya tulus loh ya, itu terserah orang dan anda beranggapan. setidaknya saya tak seperti mereka yang bersama anda semua. tapi tak ada dendam dihati saya walaupun saya yang lebih berhak marah tapi ya sudahlah. mungkin mata hati anda sedang ditutup oleh Tuhan dan menjadikan anda sebagai ujian dalam hidup saya. why not? kenapa tidak?
bisa saja memang demikian. semoga pintu hati hati anda segera dibukakan oleh Tuhan dan kelak juga anda semua akan sadar, bahwa semua firasat saya yang saya ungkapkan semua ini adalah BENAR...



#Salamliterasi #NaskahAmarah #GejolakBatin

Kamis, 22 Maret 2018

Jodoh mana Jodoh???

terkadang liat orang pacaran pengen punya pacar
liat orang punya suami pengen punya suami
liat orang manja-manja pengen juga dimanja manja
liat orang ini itu dengan pasangan juga pengen punya pasangan

hm...

kalau begini ceritanya pasti yang jomblo akut udah pada sekarat nanyain jodoh mana jodoh?
jodoh cepat dong datangnya
jodoh bawa aku segera ke pelaminan
jodoh pengen ini
jodoh pengen itu

haduuuhhh

tolong dong pemikirannya jangan secetek itu

masalah jodoh itu sudah ada yang ngatur, jadi gak usah jauh jauh kalo mau dapat jodoh. deketin aja yang ngatur.

cemburu pasti ada
gelisah itu pasti ada
wajar kok
itu normal kok

tapi, kau dan aku harus tetap percaya kalo jodoh itu pasti akan menemukan mu disudut mana pun kau dan aku berada.

namanya juga jodoh
yang memang pasti harus ketemu
namanya juga jodoh
apapun situasi nya pasti akan ketemu
karena memang itulah jodoh

mereka datang disaat yang tepat dan terkadang terlalu unik dan sulit untuk ditebak...




#Pandan, 22 March 2018

Rabu, 14 Maret 2018

Cemburu atau Sensitif???

Cemburu atau sensitif adalah dua kata yang berbeda arti, hanya saja kerap datang berdampingan...
ntah awalnya dari mana?
cemburukah yang pertama lalu sensitif?
sensitifkah yang pertama lalu cemburu?
ntahlah aku tak tahu
yang jelas aku hanya ingin ketenangan itu saja...

kembalikan semuanya seperti yang dulu...



i want my happy life back...


wednesday/ 14 march 2018

Tolong Tunjukkan Kebenaran itu???


ntah apa yang terjadi aku selalu dibayang-bayangi semua kejadian ini.
semua seolah datang membawa kebenarannya masing-masing, tapi tak pernah ada kebenaran yang benar-benar jelas dan nyata. selalu saja kebenaran yang mereka bawa dibayang-bayangi oleh hal-hal lainnya yang membuat ku menjadi meragu.
ntahlah...
pikiran buruk selalu menggelayuti pikiranku.
batin ku berontak saat mendengarkan ocehan-ocehan yang tersamarkan oleh kabut kepalsuan.
saat berbicara padaku hal ini yang mereka bawa
saat tidak denganku hal itu yang mereka bawa
ntah harus apa yang kali ini dapat ku percaya
hari ini setelah beberapa hari berlalu dari hari kejadian itu aku mendengar pengakuan yang lagi lagi sesuai dengan feeling ku selama ini.
tapi...
ya lagi dan lagi semua kesaksian itu seolah diselimuti oleh bayang-bayang yang hingga kini tak jelas ku ketahui maksudnya.
aku selalu merasa ada yang tidak beres dengan semua ini
tapi apa?
siapa yang bisa benar-benar menjelaskan semua ini padaku?
orang yang benar-benar bisa ku percaya?
seseorang yang tak mungkin lagi membuatku digelayuti pikiran buruk dan yang lainnya
adakah?
mungkinkah?
ntahlah
semua tak ada kejelasan, padahal aku hanya meminta yang begitu sederhana
tolong tunjukkan aku kebenarannya itu saja.




Wednesday/ 14 Maret 2018


Senin, 29 Januari 2018

Menangis...

Menangislah
saat lisan tak lagi mampu berkata-kata
Menangislah
saat semua beban terasa menghimpit sesakkan dada
Menangislah sebab itu bagian dari do'a

biarkan mereka menganggapmu orang yang cengeng
biarkan mereka menganggapmu orang yang lemah
sebab mereka tidak akan pernah tahu yang sebenarnya
sebab sesungguhnya kamu sedang membiarkan hatimu yang mengadu dan berkeluh kesah pada pemiliknya

jadi, jangan tahan tangisanmu saat kamu ingin melepaskan sedikit demi sedikit beban hatimu...