Dear
Ramadhan…
Sabtu.
19 mei 2018
Hm…
hari ini mau cerita apalagi ya?
O
I know, hari ini bakal ada rapat antara sekolah tempat aku ngajar di pandan
sama sekolah ynag dulu tempat aku ngajar. Masih satu kepala sekolah sih, Cuma
bedanya yang sibolga dekat dengan rumah yang pandan butuh dua kali naik turun
angkot baru sampai. Kali ini bakal rapat tentang kegiatan graduation
siswa-siswi kiddy-b di dua sekolah tersebut. Awalnya sempat terbersit dipikiran
ku pasti suasananya bakal tegang lagi menegangkan karena konflik panas yang ada
di dalamnya. Tapi ku tepis semua pikiran itu, karena aku takut jatuhnya jadi
suudzon karena berpikir tentang sesuatu yang belum kejadian.
Astagfirullahaladzim… amit amit dah… J
Ok
ku langkahkan kaki menuju tempat kerja ku dulu disekolah sibolga, berharap
semua bakal dapat solusi terbaik untuk hari ini. Tak ada yang dirugikan dan
tersakiti untuk keputusan yang akan diambil, itu saja. Harapan sederhana dari
seorang yang berharap kepastian. Setibanya pukul Sembilan tepat disekolah apa
yang ku dapat? Rapat belum dimulai dan para staff juga masih tiga orang yang
menghuni sekolah. Astaga, gumam ku dalam hati. Inikah jam Indonesia wib (waktu
Indonesia bergeser)? Tapi ya sudahlah, yang penting kitanya sendiri sudah
ready.
Setelah
penantian yang hampir saja membuat ku bosan rapat pun dimulai walau tanpa
kepala sekolah dengan alasan dia akan datang terlambat. Rapat hari ini kami
mulai dengan membahas soal ujian dan rapor, semua berjalan lancar tak ada
hambatan. Mulus seperti jalan tol kalau lagi dijalan. Setelah itu selesai
tibalah sang kepala sekolah dengan printilannya. Kali ini akan membahas masalah
waktu dan tempat graduation. Masalah satu murid versus lebih dari satu murid.
Yang satu minta di hari jum’at dan yang lain jangan di hari jum’at, tapi sabtu.
Secara logika yang banyak pasti menang tapi pada akhirnya dia yang menang walau
dia satu. Awalnya tempat pilihan sibolga tapi pada akhirnya kami lebih pilih
pandan. Ntahlah sengitnya perdebatan saat ini membuatku muak sebenarnya, tapi
aku harus ingat aku sedang berpuasa. Komentar yang masuk akal sampai diluar
nalar pun ikut nimbrung dalam diskusi tersebut. Tapi ya sudahlah tugas kami
untuk hari senin adalah mengumumkan kepada orang tua hasil rapat. Apapun
komentar mereka terutama yang tidak setuju dengan hari jum’at harus kami
terima. L
Satu
hal yang membuat ku happy hari ini walaupun tidak terlalu puas adalah ketika
bisa hunting beberapa poto di beberapa spot pantai. Aku paling suka lihat tempat
tempat bagus untuk hunting poto. Maklumlah persediaan untuk instagram, jangan
lupa follow ya @ca_1303 (sekalian promosi J). Sebenarnya
ini kali kedua aku ketempat itu, tapi baru kali ini aku bisa berpoto. Karena
selama ini selalu penuh sesak dengan pengunjung disetiap sudut spot poto yang
disediakan pihak pengelolah.
Alhamdulillah,
rezeki anak soleh, mungkin karena ini bulan ramadhan kali ya jadi kalau pagi
gak ada yang main kesana beda kalau sore ya mungkin mau ngabuburit atau bukber.
Bersyukur itu sangat penting, karena pasti ada bahagia disetiap kesedihan yang
diberikan Allah, akan ada kemudahan disetiap kesulitan, akan ada tawa dibalik
tangisan, akan ada sehat dibalik sakit. Percaya saja pada janji-Nya Allah yang
tak akan pernah ingkar.
#Iniceritaku
#manaceritamu #latepost #bloggers #bloggersindonesia #ramadhan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar