Senin, 21 Mei 2018

Dear Ramadhan

Dear Ramadhan…
Sabtu. 19 mei 2018
Hm… hari ini mau cerita apalagi ya?
O I know, hari ini bakal ada rapat antara sekolah tempat aku ngajar di pandan sama sekolah ynag dulu tempat aku ngajar. Masih satu kepala sekolah sih, Cuma bedanya yang sibolga dekat dengan rumah yang pandan butuh dua kali naik turun angkot baru sampai. Kali ini bakal rapat tentang kegiatan graduation siswa-siswi kiddy-b di dua sekolah tersebut. Awalnya sempat terbersit dipikiran ku pasti suasananya bakal tegang lagi menegangkan karena konflik panas yang ada di dalamnya. Tapi ku tepis semua pikiran itu, karena aku takut jatuhnya jadi suudzon karena berpikir tentang sesuatu yang belum kejadian. Astagfirullahaladzim… amit amit dah… J
Ok ku langkahkan kaki menuju tempat kerja ku dulu disekolah sibolga, berharap semua bakal dapat solusi terbaik untuk hari ini. Tak ada yang dirugikan dan tersakiti untuk keputusan yang akan diambil, itu saja. Harapan sederhana dari seorang yang berharap kepastian. Setibanya pukul Sembilan tepat disekolah apa yang ku dapat? Rapat belum dimulai dan para staff juga masih tiga orang yang menghuni sekolah. Astaga, gumam ku dalam hati. Inikah jam Indonesia wib (waktu Indonesia bergeser)? Tapi ya sudahlah, yang penting kitanya sendiri sudah ready.
Setelah penantian yang hampir saja membuat ku bosan rapat pun dimulai walau tanpa kepala sekolah dengan alasan dia akan datang terlambat. Rapat hari ini kami mulai dengan membahas soal ujian dan rapor, semua berjalan lancar tak ada hambatan. Mulus seperti jalan tol kalau lagi dijalan. Setelah itu selesai tibalah sang kepala sekolah dengan printilannya. Kali ini akan membahas masalah waktu dan tempat graduation. Masalah satu murid versus lebih dari satu murid. Yang satu minta di hari jum’at dan yang lain jangan di hari jum’at, tapi sabtu. Secara logika yang banyak pasti menang tapi pada akhirnya dia yang menang walau dia satu. Awalnya tempat pilihan sibolga tapi pada akhirnya kami lebih pilih pandan. Ntahlah sengitnya perdebatan saat ini membuatku muak sebenarnya, tapi aku harus ingat aku sedang berpuasa. Komentar yang masuk akal sampai diluar nalar pun ikut nimbrung dalam diskusi tersebut. Tapi ya sudahlah tugas kami untuk hari senin adalah mengumumkan kepada orang tua hasil rapat. Apapun komentar mereka terutama yang tidak setuju dengan hari jum’at harus kami terima. L
Satu hal yang membuat ku happy hari ini walaupun tidak terlalu puas adalah ketika bisa hunting beberapa poto di beberapa spot pantai. Aku paling suka lihat tempat tempat bagus untuk hunting poto. Maklumlah persediaan untuk instagram, jangan lupa follow ya @ca_1303 (sekalian promosi J). Sebenarnya ini kali kedua aku ketempat itu, tapi baru kali ini aku bisa berpoto. Karena selama ini selalu penuh sesak dengan pengunjung disetiap sudut spot poto yang disediakan pihak pengelolah.
Alhamdulillah, rezeki anak soleh, mungkin karena ini bulan ramadhan kali ya jadi kalau pagi gak ada yang main kesana beda kalau sore ya mungkin mau ngabuburit atau bukber. Bersyukur itu sangat penting, karena pasti ada bahagia disetiap kesedihan yang diberikan Allah, akan ada kemudahan disetiap kesulitan, akan ada tawa dibalik tangisan, akan ada sehat dibalik sakit. Percaya saja pada janji-Nya Allah yang tak akan pernah ingkar.




#Iniceritaku #manaceritamu #latepost #bloggers #bloggersindonesia #ramadhan





Tidak ada komentar:

Posting Komentar