Jumat, 18 Mei 2018

Dear Ramadhan

Dear Ramadhan…
Hari ini Jum'at, 18 Mei 2018 adalah hari kedua dibulan suci ramadhan, dimana jatah liburku juga sudah habis dan aku harus menjalankan rutinitas ku berpuasa disekolah. Awalnya semua berjalan normal mulai dari sahur hingga aku berangkat kesekolah, tapi kondisinya kini aku harus memilih untuk mengorbankan salah satu kebiasaan ku yaitu waktu tidur. Aku paham dan sangat sadar jika waktu tidur manusia juga harus delapan jam. Tapi kali ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Aku harus bangun sahur dan melakukan kegiatan subuh, setelah itu melakukan kegiatan rumah seperti bersih-bersih dan yang lainnya. Jika setelah itu aku memilih tidur maka aku akan terlambat kesekolah. Well, ya sudahlah, semua itu pasti aka nada hikmahnya. Allah tidak akan menguji hamba-hamba-Nya diluar batas kemampuannya.
Setiba disekolah aku melakukan kegiatan mengajar seperti biasa. Semua berjalan lancer dan sebisa mungkin memang aku menahan amarahku. Aku tahu aku sedang berpuasa, ya puasa… aku harus bisa menahan segala sesuatu hal yang bisa mengurangi atau bahkan menghabiskan nilai ibadah puasaku. Lumayan berhasil, walau sempat beberapa kali aku mengeluarkan suara dengan tekanan nada agak sedikit tinggi, tapi ku harap itu tidak akan menjadi hal yang bisa mengurangi atau membatalkan ibadah puasaku. Amiiinnn…
Ku coba untuk menghubungi seseorang yang ku rasa sedang jauh denganku. Aku hanya tak ingin sikap dingin ini berkelanjutan, tapi apa yang ku dapat? Ya begitulah manusia rambut boleh sama hitam tapi shampoo nya beda-beda, eh maksudnya rambut yang sama hitam tapi hatinya kita tidak pernah tahu. Bisa saja didepan kita mereka seolah-olah satu pendapat, tapi kenyataannya dibelakang pilihan mereka berbeda. Didepan kita mereka berbicara begitu manis tetapi dibelakang kita mulut mereka itu lebih pahit dari empedu. Ntahlah… aku hanya selalu berusaha mencoba untuk berpikir positif dan tak mau menambah dosaku dengan bersuudzon kepada orang lain. Sekarang terserah mereka mau bilang aku apa, aku siapa, aku gimana dan yang lainnya. Yang terpenting adalah aku tak mengganggu mereka dan aku percaya mereka juga telah membantuku menghapus sebagian dari pada dosaku. Mengapa? Karena saat mereka menceritakan apapun tentangku (gossip) Allah bantu aku dengan menghapuskan sebagian dari dosa-dosaku.
Ok lupakan saja tentang yang diatas, kali ini aku harus pulang untuk berbuka puasa. Ini pertama kalinya aku tidak memasak, karena sekolahku mulai pukul setengah delapan dan berakhir di setengah enam. Sedangkan jarak dari rumah kesekolah itu lumayan juga. Aku harus dua kali naik angkot yang berbeda untuk sampai tujuan. Tapi apapun itu bersyukurlah. Jangan sampai kita menjadi hamba Allah yang kufur nikmat. Sebab saat Allah tak lagi memberimu nikmat-Nya, maka kepedihan dan azab Allah yang sangat pedih yang akan kita terima.
Tarawih malam ini begitu cerah, aku bersemangat untuk pergi. Suasana mesjid masih seperti biasa ramai dan penuh sesak anak-anak. Tapi tetap ku nikmati hari-hariku di ramadhan ini. Aku sangat percaya pada janji-Nya Allah, setiap apapun yang ku lakukan dengan baik pasti akan mendapatkan balasan lebih yang baik pula. Sepulang tarawih berjamaah dimesjid aku harus menerjang hujan karena tiba-tiba hujan lebat datang dan petir Guntur saut menyaut membuat suasana malam menjadi tak menarik untuk dinikmati. Kepalaku mendadak pusing setelah terkena air hujan, tapi tak apalah ini saatnya kembali rehat. Mengistirahatkan tubuh dan pikiran dari penatnya rutinitas hari ini. saatnya untuk mengendorkan urat-urat ketegangan agar rileks kembali.
Cukup rasanya ceritaku hari ini…
Selamat tidur dan semoga kita semua masih terus bisa terjaga diwaktu sahur dan disepertiga malam-Nya Allah untuk selalu memohon ampunan dan pertolongan-Nya yang nyata. Semoga waktu ku dan kamu juga masih panjang bersama ramadhan…J
Amiiiiiiiiinnnnn… J

#ceritaku #ramadhan #latepost #bloggers #happywriting #writingismypassion #semogaberkah # semogamanfaat



Tidak ada komentar:

Posting Komentar